Berita

Kuliah Umum: Pembekalan KKM dan PPL Mahasiswa Pendidikan Kimia angkatan 2016

Bandung – Sebanyak 70 mahasiswa Pendidikan Kimia angkatan 2016 ikuti Kuliah Umum yang diselenggarakan oleh Prodi Pendidikan Kimia di Ruang 11 Gedung Kuliah B Kampus II UIN Sunan Gunung Djati Bandung (25/7). Kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan mahasiswa dalam Kegiatan Perkuliahan yang telah memasuki tingkat akhir, semester tujuh. Sekaligus untuk mempersiapkan mahasiswa dalam mengikuti program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dan Praktek Pengenalan Lapangan (PPL).

Pada jadwalnya, KKM akan mulai dilaksanakan tanggal 31 Juli-31 Agustus 2019, dan kemudian dilanjutkan PPL pada bulan September.

Dalam pembekalan tersebut, hadir Ketua Prodi Pendidikan Kimia, Dr. Ida Farida, M.Pd beserta jajaran dosen. Dalam sambutannya, kaprodi berpesan agar mahasiswa senantiasa menjaga diri, baik secara fisik maupun mental untuk menghadapi semester baru. Karena, disemester tujuh akan dihadapkan dengan Program KKM dan PPL secara beruntutan, dan ditambah dengan ujian-ujian lain.

Dok. Kuliah Umum Semester VII Pendidikan Kimia 2016. Ketua Prodi beserta Jajaran Dosen. Kamis (25/07/19).

“Disemester baru ini, seharusnya kalian sudah mempersiapkan diri untuk Ujian Proposal, lalu setelahnya Ujian Komprehensif dan diakhiri dengan Ujian Munaqosyah” Ucap Kaprodi, Kamis (25/7).

Untuk sampai pada tahap Ujian Munaqosyah, terdapat beberapa syarat yang sudah terpenuhi, seperti terselesaikannya Praktek Ibadah, Praktek Tilawah, Tahsin Tahfizh, Ujian Komprehensif serta Tes Kemampuan Berbahasa Inggris dan Arab; Test of English for Academic (TOEFA) dan Test of Arabic for Language (TOAFL).

“Untuk Jurusan MIPA, skor minimal TOEFA adalah 400 sedangkan TOAFL belum ada penentuan skor minimal” tambah Ida.

Dok. Kuliah Umum Semester VII Pendidikan Kimia 2016, Ketua Prodi Dr. Ida Farida, M.Pd., Kamis (25/07/2019).

Tak hanya itu, Ida berpesan kepada mahasiswa agar melaksanakan kontrak perkuliahan sesuai jadwal yang telah ditentukan, kemudian bertemu dengan pembimbing studi untuk penandatanganan buku bimbingan KRS sebelum berangkat KKM. Selain itu, Ida menginginkan agar KKM yang dilaksanakan oleh mahasiswa Pendidikan Kimia berpegang pada visi misi prodi. Contohnya seperti membuat program kerja yang mempunyai ciri khas dari Pendidikan Kimia.

“Yang terpenting saat anda melakukan pengabdian adalah membuat program ciri khas pendidikan kimia, contohnya bisa seperti literasi kimia, mengedukasi masyarakat mengenai kimia, misalnya mengenai makanan, literasi lingkungan, aplikasikan ilmu yang telah anda dapat dari mata kuliah pilihan yang telah diambil dan diterapkan pada program KKM” Pesannya.

Dalam program KKM yang akan dilaksanakan, diharapkan mahasiswa Pendidikan Kimia memiliki jati diri, memunculkan program atau inovasi yang berkaitan dengan kimia. “Tidak perlu program yang sulit, buat program yang mudah, untuk ibu rumah tangga atau anak-anak” tambahnya saat Kuliah Umum berlangsung.

Ida menghimbau agar mahasiswa tidak malu dan sungkan untuk berkonsultasi pada dosen, jika dalam pelaksanaan program KKM di lapangan memiliki kesulitan.

Setelah KKM dilaksanakan selama satu bulan, mahasiswa semester tujuh akan dihadapkan dengan PPL. “Nanti akan ada serangkaian kegiatan menuju PPL, seperti Observasi ke sekolah, untuk sekarang sudah dibentuk dan ditempatkan sepuluh kelompok PPL.”

Dalam pembagian kelompok PPL dan sekolahnya, Ida menyebutkan bahwa pembagian sekolah dilihat dari profil mahasiswa dan potensi mahasiswa, kemudian disesuaikan dengan kriteria pada sekolah tersebut.

Pada pelaksanaanya, PPL akan dimulai bulan September, sedangkan untuk kegiatan perkuliahan semester tujuh akan dilaksanakan mulai bulan Oktober, dan jika ada perubahan akan diberi tahukan langsung.

“PPL mengambil jatah perkuliahan anda, akan menjadi problem tersendiri untuk anda. Maka dari itu, perkuliahan semester tujuh biasanya dimundurkan menjadi bulan oktober, perubahan akan diberi tahukan nanti.” Ucap Ida.

Meskipun akan ditemukan problem tersendiri dalam pelaksanaan PPL dan jadwal perkuliahan, Ida berpersan agar mahasiswa pintar dan bijak dalam membagi waktu.

“Jika ada yang mengontrak perkuliahan ke semester bawah, perkuliahan dimulai sesuai dengan jadwal biasanya, yaitu bulan September. Pintar-pintarlah memanage waktu penjadwalan kelas, dan bijak dalam memilih waktu, bijak dalam negosiasi penjadwalan waktu kuliah” Tambahnya.

Mahasiswa Pendidikan Kimia angkatan 2016 dituntut untuk membagi waktu dengan benar, dan disarankan untuk segera melaksanakan ujian proposal. “Akan mempermudah untuk anda yang proposalnya berkaitan dengan penelitian lapangan, jadi saat PPL bisa langsung dilakukan penelitian.” Ucap Ida di Ruang 11 Gedung Kuliah B.

“Untuk melaksanakan ujian proposal tidak memerlukan waktu pendaftaran khusus, persyaratan untuk bisa melakukan ujian proposal adalah IPK diatas 2.75, telah mengikuti dan dinyatakan lulus dalam Mata Kuliah Metodologi Penelitian Pendidikan dan Seminar Pendidikan Kimia.” Pungkasnya.

Reporter: Sindy Alriyanti (PPM HAMKA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *