BeritaPengabdian

Diskusi Online Menjadi Solusi Pengisi Kegiatan Saat Pandemi

Selasa, 19 Mei 2020 program studi Pendidikan Kimia melaksanakan kegiatan Diskusi Ilmiah Online bertemakan “Prospek Probiotik dalam Pencegahan dan Pengobatan Covid-19”. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan secara online melalui aplikasi Zoom Meeting dan Live YouTube HamkaTv.

Pertama kalinya kegiatan PKM ini dihadiri oleh banyak peserta dari berbagai wilayah Indonesia, sekitar 368 peserta hadir dari 512 peserta yang mendaftar. Dari kegiatan ini banyak respon baik dari peserta yang menyatakan kegiatan ini menarik dan perlu dilakukan lagi kegiatan yang seperti ini, karena sangat bermanfaat sebagai salah satu cara dalam melakukan pencegahan Covid-19.

Dok. Kegiatan Diskusi di Youtube.

Kegiatan ini dibuka dengan pengantar dari ketua program studi Pendidikan Kimia. Dalam pengantarnya, Ida Farida mengatakan “Program studi Pendidikan kimia sudah melakukan peneitian-penelitian terhadap probiotik kefir bahkan mahasiswa juga sudah ikut mengeksplorasi pengembangan kegunaan probiotik kefir ini. Probiotik kefir ini cukup relatif dikenal banyak orang, yang dapat digunakan untuk meningkatkan imunitas tubuh dan menangkal virus Corona”.

Terdapat dua narasumber dalam kegiatan ini, salah satunya yaitu Neneng Windayani sebagai dosen dari program studi Pendidikan Kimia UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan Ilman Silanas sebagai Apoteker RSUP Dr Hasan Sadikin. Adapun moderator dari kegiatan diskusi ini yaitu Ferli Septi Irwansyah selaku dosen prodi Pendidikan Kimia UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Dalam diskusi ilmiah ini tidak hanya dijelaskan prospek probiotik kefir tetapi dijelaskan juga cara membuat kefir. Neneng Windayani, dalam materi yang disampaikannya menyatakan “Probiotik secara umum, kefir susu dan kefir colostrum disarankan sebagai upaya preventif kasus COVID-19, karena konsumsi probiotik saat ini tidak memberikan efek negatif”.

Ilman Silanas menyatakan “dari beberapa penelitian probiotik memiliki potensi klinis dalam mengurangi diare akibat infeksi, colitis, ulseratif, alergi dan juga penyatik atopic dan juga memilii proteksi terhadap infeksi virus. Dalam pengobatan COVID-19 probiotik dapat digunakan sebagai terapi pembantu untuk memulihkan keseimbangan mikrobiom dalam tubuh”.

Penulis: Asri Lutpiani (PAO HAMKA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *